Listrik naik, sudah tahukah anda? hmm, wajar jika memang belum tahu. beritanya tidak sesanter seperti biasanya. listrik naik umumnya menjadi trending topics buat para pencari berita. Tetapi, untuk kenaikan hari ini tidak digembar-gemborkan seperti biasanya. Jika anda belum mendengar informasi tersebut, kami sajikan informasinya dalam artikel
listrik naik per 1 januari 2013
Selayaknya pemerintah mulai memperhatikan berbagai keluhan yang kerap datang di berbagai daerah di Indonesia.
Kenaikan harga listrik yang tidak dibarengi dengan peningkatan mutu dan pelayanan hanya akan menimbulkan gejolak baru di masyarakat. Sering muncul opini, pemerintah tidak memperhatikan secara utuh kepentingan rakyat banyak ketika hendak menelurkan suatu kebijakan, semisal menaikkan
tarif listrik seperti ini. Benarkah demikian??
Sampai hari ini, pemadaman secara bergilir masih kerap terjadi di
berbagai daerah. Ketua DPRD Sikka Rafael Saga, di Maumere Nusa Tenggara Timur, meminta agar pemadaman bergilir di wilayahnya setiap malam tidak terjadi lagi. Rina Noverya (28), ibu rumah tangga
pelanggan PT PLN di Padang, Sumatera Barat, mengatakan, pemadaman
bergilir yang dalam sebulan bisa terjadi lebih dari lima kali sangat
mengganggunya. ”Apalagi saya baru punya anak bayi berumur 6 bulan.
Kadang kala listrik padam pada saat Maghrib ketika hari sudah gelap,”
tuturnya.
Rina menambahkan, saat ini kebijakan pemutusan aliran
listrik untuk pelanggan yang terlambat membayar
biaya listrik juga tidak didahului
peringatan. Ia mengatakan, aliran listrik di rumahnya nyaris diputus
karena ia terlambat membayar selama lima hari.
”Biasanya, paling
telat saya bayar listrik tanggal 20 setiap bulan, tetapi bulan ini saya
bayar tagihan tanggal 25, dan itu pun sudah ada petugas datang untuk
memutus aliran listrik. Padahal, biasanya ada surat peringatan untuk
memutus aliran listrik itu,” ujar Rina.
Keluhan kenaikan tarif
umumnya dilontarkan pengusaha. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia
Sofjan Wanandi berharap kenaikan tarif listrik pada 2013 maksimal 10
persen. Kenaikan tarif di atas itu akan menimbulkan banyak dampak. Salah satu di antaranya adalah anda dapat lihat di artikel
Listrik naik, sewa ruko bakalan naik
Bahkan, Kalangan industri mengancam terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK)
menindaklanjuti rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per 1
Januari sebesar 15% secara bertahap. Menurut Asosiasi Pertekstilan
Indonesia (API), kenaikan TDL tahun 2013 itu merupakan ancaman serius
bagi kinerja industri terutama industri tekstil.
Wakil Ketua API Jateng, Djoko Santoso, menyampaikan PHK atau
efisiensi tenaga kerja dilakukan jika pasar tidak bisa menerima kenaikan
harga jual produk sebagai imbas kenaikan biaya produksi.
“Sebenarnya dari awal kami sudah menolak rencana kenaikan TDL ini.
Tapi teryata pemerintah tetap merealisasikan kenaikan TDL. Ini cukup
berat bagi kalangan industri karena tahun depan upah tenaga kerja naik
dan harga material khususnya untuk produk tekstil juga naik,” kata
Djoko.
Kenaikan tiga komponen industri ini, akan mendongkrak biaya produksi
mencapai rata-rata 15%. Tapi, kenaikan harga produk yang diperkirakan
bisa diterima pasar hanya berkisar 6%-7%.
Meski ada efisiensi di tenaga kerja, menurut Djoko pihak industri
tetap harus mempertahankan produktivitas. “Memang PHK itu belum ada
rencana. PHK atau tidak, itu nanti tergantung kemampuan atau daya beli
pasar sehubungan dengan kenaikan harga produk.”
Menteri ESDM Jero Wacik meyakini kenaikan tarif dasar listrik (TDL)
per tiga bulan pada 2013 tidak akan menimbulkan gejolak di dunia usaha.
Menurut Jero, akan diatur besaran kenaikan dalam usaha tertentu. "Saya
sudah mengundang mereka (pengusaha). Untuk pengusaha, sudah dibikin
stratanya. Misalnya perusahaan tertentu naiknya banyak, perusahaan
garmen dikecilkan," kata Jero di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis
(27/12/2012).
Jero mengatakan, pengusaha akan selalu mengaku kenaikan TDL akan
memberatkan. Hanya saja, dia meyakini kenaikan TDL tidak akan berimbas
pada kebangkrutan usaha. "Tidak akan jatuh
lah," kata dia
Ketua
Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan,
kontribusi listrik bagi struktur biaya produksi di industri pemintalan
mencapai 18,5 persen. Di industri tenun, kontribusinya mencapai 14,4
persen, sementara di industri garmen sebesar 1,3 persen. ”Jika tarif
listrik naik, imbas ke tekstil akan sangat besar,”
Untuk anda yang membutuhkan info seputar bagaimana cara menghemat listrik silahkan baca artikel
penghemat listrik untuk hidup yang lebih baik
oleh : Nocky Sakti M